Senin, 16 Oktober 2017

Udang

sumber

Emak sudah sering masak udang semenjak aku kecil. Masih kuingat suatu pagi sehabis pulang dari sekolah dasar, Emak memasak udang. Saat itu bau udang yang sedang digoreng dalam minyak panas di kuali tersebut sangat menyengat, membuat hidungku tidak nyaman. Aku pun memutuskan tidak menyukai dan tidak mau memakan udang karena baunya ketika dimasak terlalu "istimewa".

Syahdan, waktu pun berlalu. Suatu kali Emak memasak udang kembali dan saat itu aku tidak di rumah atau di dapur untuk mencium baunya. Entahlah aku masih di sekolah atau sedang mengerjakan apa di luar rumah. Ketika pulang dan lapar, aku diminta memakan udang tersebut. Aku memutuskan untuk mencoba meski setengah hati.

Rabu, 06 September 2017

Memento

gambar diambil dari sini
 
Apakah itu bisa disebut melankolis?
Jika iya, maka aku pernah melankolis atau pernah merasa melankolis saat kecil dulu.

Emak dan Bapak begitu baik. Sejak dulu, aku dan adikku masing-masing sudah diberi satu paket bantal dan guling untuk melengkapi kasur tempat kami tidur. Aku menjadi suka tidur dengan guling. Aku menyukai gulingku.

Senin, 08 Mei 2017

Ruminating

sumber

Aku bingung memulai tulisan ini. Mungkin akan menjadi semakin absurd. Sebelum masuk ke dalamnya, Aku beryukur irama blog ini semakin membaik. Dan semoga terus begitu. Dan semoga juga irama hidup pemiliknya pun demikian. Aamiin.

Ruminating kata yang menarik karena aku baru tahu arti lainnya. Sebelumnya aku mengaitkan kata ini ke dalam aktivitas peternakan atau ke dalam sebuah frase Ruminating Production. Aku pikir itu ada hubungannya dengan pakan ternak. Lalu beberapa minggu lalu aku tertarik mengikuti sebuah tes psikologi. Dirancang oleh Doktor (kalau tidak salah) dari Amerika yang juga sedang menerbitkan bukunya terkait psikologi tersebut. Ya, tes tersebut salah satu tujuannya berkaitan dengan promosi buku yang telah dia tulis tersebut.

Senin, 01 Mei 2017

Proses Kreasi

sumber Pinterest

Mungkin aku bisa mengawalinya dengan satu verba: melihat. Rasa-rasanya itulah aktivitas pertama untuk mencipta atau mencipta ulang. Melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya lalu membuatnya menjadi semestinya. Melihat sesuatu yang kurang lalu ditambah, diadakan. Atau kebanyakan melihat sesuatu yang indah lalu merasa ingin juga menjadi indah seperti itu. Akan tetapi ia menyadari bahwa itu harus disisipi orisinalitas, sebuah identitas yang khas.

Berlanjut ke step berikutnya: meniru. Proses imitating seperti berpegang pada prinsip tertentu, lalu mengubah hal itu menjadi lebih benar, menurut versinya. Atau mengubah hal itu menjadi lebih indah, menurut versinya. Dan kebanyakan langsung menerapkan hal itu karena sudah begitu pas dan indah. Tinggal satu ciri keunikan apakah yang ingin dipadupadankan, bagi yang belum mau berhenti pada level: meniru apa adanya.

Senin, 13 Februari 2017

Gambar Kiki

Gambar Kiki 1: Hitachinaka
Ini kisah di dua tahun yang lalu. Saat keinginan untuk berkreasi sedang menguar hangat. Waktu, tenaga, pikiran tercurahkan. Ada beberapa yang dihasilkan. Namun, ya, itu dua tahun yang lalu. Saat ini masih mau lagi, tapi belum saja terlaksana. Yang jelas, begini kisah awal mulanya....
 --**--

Jadi, di suatu Jumat, aku tidak bekerja karena kabut asap yang begitu tebal terasa mengancam kesehatan. Sedari sore kuhabiskan untuk menonton dan tamatlah 3 film. Saat ini pukul 3 dini hari. Malam hampir surut dan pagi kemungkinan besar akan melambaikan tangan sembari berucap salam.

Senin, 09 Januari 2017

Kekosongan

Dulu, dulu sekali aku pernah cerita atau lebih tepatnya curhat, tentang apa arti kebahagiaan sejati. Aku bertanya karena saat semua hal baik, semua hal yang bisa membuat seseorang merasa bahagia datang kediriku, namun di balik itu semua, ada rasa sepi, ada rasa kosong yang hinggap. Seolah isi dari jiwaku ikut lepas bersamaan dengan tawa yang kulepas, bersamaan dengan senyum yang kutebar dan bersamaan dengan kata-kata yang keluar terucap, terungkap. Bersama waktu yang kuhabiskan dengan teman-teman di hari itu, bersama harapan dan kebertuntungan yang terwujud, kekosongan menghinggapi dan rasa kosong itu membuatku bertanya tentang rasa bahagia. Bahagia namun kosong atau kosong namun bahagia? Entah yang mana yang kurasakan saat itu. Entah pula kata-kata tersebut mempunyai makna
 
gambar diambil dari sini

Dan aku kembali merasa hal yang sama. Kekosongan. Dia menghinggapiku lagi. Kekosongan ini membuatku menghubungkannya dengan postinganku waktu itu. Menghubungkan dan mencoba membuatku mencari benang merah antara kosong dan rasa bahagia. Saat itu, ditulisan tersebut, kesimpulanku adalah rasa kosong yang berujung pada rasa tidak bahagia ataupun rasa bahagia namun berujung pada rasa kosong disebabkan karena aku jauh dari Tuhan. Kali ini? Ya, bisa dikatakan sama. Namun tak urung aku mencoba mencari tahu, rasa kosong ini bersumber dari mana. Apa penyebabnya? Apa itu rasa bahagia? Apakah yang kucari adalah rasa bahagia demi mengusir rasa kosong ini. Sulit untuk memutuskan yang mana.