Senin, 04 April 2016

Kenangan Warna Begitu Merah

Pernahkah ada satu hal yang terjadi di waktu yang lalu namun sulit untuk dihapus dari ingatan? Sesuatu yang begitu membekas karena faktor "begitu" yang melekat. Ini seperti hal-hal yang  begitu menyedihkan, begitu menyenangkan, begitu mengecewakan, begitu mendamaikan, begitu sederhana, begitu rumit, serta aneka ragam begitu lainnya. "Begitu" yang dipahat dengan tulus oleh hati dan pikiran tak peduli apakah begitu negatif atau positif hal tersebut. Satu hal yang begitu sulit hilang begitu saja seperti jejeran piramida raksasa di pinggiran sungai Nil.

sumber

Ada satu "begitu" yang mulai melekati dasar benakku. Satu frame kejadian yang warnanya masih begitu tajam dan jelas. Tak hanya bagi indra mata, aku masih bisa merasakan suasananya, mendengarkan suaranya, mengendus baunya, namun syukurlah saat itu aku tidak menyentuhnya. Warna-warna yang kontras yaitu merah dan putih. Wajah kecil yang polos dan menderita. Udara yang terselubung warna merah yang tertumpah dari mulut makhluk kecil yang malang.


Adegan itu terekam dengan baik olehku. Setiap detilnnya mengirim gemetar dari kepala hingga kaki. Ingin mengubahnya menjadi tidak lagi begitu menyedihkan. Namun aku tak bisa memutuskan apa yang sudah tersimpul. Aku hanya terpaku dan sedikit bertanya, dimana kau berdiri? Aku tahu saat itu kau ada di sekitarnya, di sekitar kami. Apa yang harus kulakukan? Dia begitu menderita.

Jika tidak bisa terhapus, bagaimana cara menghadpi hal yang begitu jelas terekam. Dan bukan hal yang baik untuk terus menyelami waktu yang telah lewat. Arusnya mengalir maju ke arah depan. Melawan arus seringnya merupakan kesia-sianan. Maka seharusnya tidak ada pengandaian di sini. Yang ada adalah penerimaan dan ketegaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar