Rabu, 02 September 2015

Cerita si Gelang


Ada sebuah gelang yang merupakan satu dari sepasang gelang yang dibeli di suatu tempat yang jauh. Tempat yang mungkin hanya sekali itulah dikunjungi oleh si pembelinya. Dia membeli gelang itu di sebuah pasar di tempat itu sehari sebelum dia pulang ke rumahnya.

Dia membeli gelang itu bersama seorang temannya. Mereka kala itu bersahabat dekat. Sebenarnya, temannya itu duluan yang melihat dan mencoba gelang tersebut. Namun ketika dia melihat gelang itu, dia malah tertarik dan temannya merelakan gelangnya dibeli olehnya. Harganya murah, hanya lima ribu rupiah saja untuk satu gelang.

Seolah ada kesepakatan dengan alam, gelang itu hanya tinggal dua. Gelang berwarna cokelat muda, berbentuk kepang atau jalinan itu sengaja dia beli dan sengaja akan dia berikan satu kepada pasangannya yang saat itu juga sedang berada di tempat yang jauh darinya. Dia membeli karena dia ingat dengan pasangannya. Jalinan di gelang tersebut dia filosofikan seperti ikatan yang terjalin antara dia dan pasangannya. Ikatan yang terjalin dengan indah. Lagipula gelang tersebut tidak masalah dipakai oleh laki-laki atau perempuan.

Sudah empat tahun berlalu sejak dia membeli gelang tersebut. Dan dia tahu bahwa gelang itu sekarang cuma tinggal satu. Gelang itu telah kehilangan pasangannya yang kini entah dimana rimbanya. Mungkin rusak, mungkin hancur, mungkin pula sudah lebur bersama api dan menyatu dengan tanah. Walaupun pasangan gelang ini sudah lenyap dilempar dan dibuang ke antah berantah, namun esensinya akan tetap hidup. Dia yakin akan tetap hidup.

Dia tahu jika gelang model seperti itu banyak yang jual. Akan sangat mudah mengganti kedua buah gelang tersebut dengan gelang baru yang bentuk dan warnanya serupa. Namun dua buah gelang yang dia beli empat tahun itu tetaplah berbeda. Dia membeli mereka di tempat yang jauh yang entah kapan lagi akan dia kunjungi. Dia membeli dua gelang cokelat muda terakhir di pasar itu. Dia membelinya untuk seseorang yang tersimpan di ingatannya. Dan gelang itu menyimpan sebuah cerita.

Ya, gelang yang dia beli mungkin sederhana. Namun sesuatu yang sederhana tidak lagi menjadi sederhana kala melihat makna dan kisah di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar