Kamis, 01 Mei 2014

April New Comer

Thank God, I got two new things in last April. One was bought by my self and another one was a gift from my mom. Ok here they are:


I found this book while Ez and I visited Pesbuk (Pesta Buku) Gramedia. I was lil' bit confuse whether to buy this book written by Edgar Allan Poe or another book entitled Wuthering Height written by Emily Bronte. Both of them are classic book from awesome writer. But then I decided to buy Poe's book because I'v already got some novel on my bookshelf. I wanna try to write the review of short stories compilation.


Well, another thing that I got was glasses. Umm, actually this is plastic, lol. I got it when I accompanied my mom shopping. This is not glasses with minus or plus, this is just ordinary glasses for normal eyes. It has helped me when I use my computer. My eyes didn't need to feel sore in front of the computer screen anymore. Thanks Mom :)

Ok, so far those are the new comer things of mine. Now April 2014 has left us. Hopefully, we all have a good time and didn't spend our last April uselessly.

Yang Ku Tahu

gambar diambil dari sini

Yang ku tahu, jika kamu mencintai seseorang tulus, maka kamu tidak akan pernah sanggup untuk menyakitinya. Kamu tidak akan pernah tega untuk menyakitinya. Dan jika kamu menyakitinya, kamu juga akan merasa sakit bahkan lebih sakit dari yang orang tersebut rasakan.

Yang ku tahu, jika kamu mencintai seseorang tulus, maka kamu tidak akan ragu untuk memperkenalkannya ke seluruh dunia yang ada. Memperkenalkannya kepada keluarga, teman, kepada setiap orang yang ada. Apalagi jika kamu melakukannya dengan mesra, tanpa perlu diminta, didesak, atau dipaksa. Tanpa kata gengsi. Biarlah Tuhan yang menghitung dan memberi imbalannya.

Yang ku tahu, jika kamu mencintai seseorang tulus, maka kamu tidak akan menjatuhkannya di depan teman-temanmu. Apalagi dengan perkataan buruk, julukan negatif, dan lainnya, sekalipun hanya dalam candaan dan dia tidak pernah mendengarnya. Karena kamu tahu, jika kamu tidak bisa melindunginya di depan, maka kamu tidak akan memukulnya di belakang. That's such a shame for a lover backbiting his lover.

Yang ku tahu, jika kamu mencintai seseorang tulus, maka kamu pun tidak akan mengeluhkannya di depan teman-temanmu apalagi jika niatnya hanya untuk mencari pembenaran sikapmu dari mereka. Karena bagaimana mungkin kamu mengeluh tentangnya berkali-kali kepada orang lain yang seolah lebih mengenal dia daripada kamu mengenalnya. Bagaimana mungkin kamu mengeluh tentangnya berkali-kali kepada orang lain namun kamu masih saja bersamanya. Kamu akan kembali ke Tuhanmu dan menceritakan tentangnya kepadaNya. Meminta solusi yang tepat dariNya. Karena siapa lagi yang lebih tahu tentangnya selain Tuhan. Terlebih terkadang orang lain hanya mampu mendengar namun tak mampu memahami.

Yang ku tahu, jika kamu mencintai seseorang tulus, maka kamu akan mencintainya dengan hatimu. Menghargai hatinya yang juga untukmu. Menjaga dan membahagiakannya dalam kesetiaan dan rasa percaya. Tetap melindunginya terlebih saat dia tidak melihat. Melindunginya terlebih dari perkataan buruk yang orang lain ucapkan untuknya. Dan kau semakin taat dalam ibadah sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas hadirnya dia di hidupmu.

Mei 2014 “The Horns: Tekad dan Memecah Batu”

picture was taken from here

While running through this grassland, Padang Aprairie, Bumi saw a giant oak tree near the end of grassland. He planned to stop for while there before giving the last glance to Kerajaan Arus. When he arrived there, he was little bit surprised by a creature which was feeding itself in very calm and wise way. Then he knew, this giant oak tree was owned by something, by this ancient creature.

Bumi greeted that creature, a bull with strong horns finally known as Taurus. The creature seemed like the guardian of this tree. Bumi didn’t know what this tree might have and he didn’t want to know too. Taurus gave a wise smile and nod to Bumi. They talked for a while. Bumi talked him that he wanted to continue his journey to the next kingdom. Then Taurus gave him a necklace with one small horn for luck.

Hahaha. Sorry, the story above must be so random, ‘gaje’, or whatever. Let’s skip it. Anyway, May has come and April has passed. I don’t know but maybe it’s little bit ridiculous. In my mind, I figure myself as a warrior girl in the edge of a stone yard. I hold a spear of a bull horn. I feel that this is gonna be a wild month, full of spirit to catch and reach what I want to. I need to do many exercises in this and that part. Repair my own self to be a better one than before. Maybe I also need something called as discipline. Sometimes I think that after all, we as human just need to focus and beat our own score. Haha, come on guys; let’s see what May brings for us. :D