Kamis, 02 Januari 2014

Lek Redad


Fakta tentang kehidupan seseorang yang tak terduga. In other words, tidak semua hal selalu seperti apa yang terlihat.

Seorang kakek tua yang terlihat mulai ringkih. Kulitnya cukup legam mungkin hasil kerja semasa mudanya. Perawakannya tinggi dengan dagu yang panjang. Jika berlebaran ke rumahnya, raut wajahnya selalu memancarkan senyum. Tetapi ketika berbicara, tidak terlalu jelas. Ahh intinya ku lebih sering melihatnya tersenyum daripada tertawa atau berbicara. Di Ramadhan kali ini, sehabis waktu berbuka, di langgar dekat rumahku terlantun azan yang indah. Bapak pun berceletuk, "Itu kalau mau dengar suara Lek Redad." Hmm, aku sama sekali tak menyangka. Lek Redad yang terkesan pendiam itu bisa melantunkan suara yang demikian bagus dan nyaring. Bapak pun menambahkan jika dulu semasa muda, ketika ia mengaji, suaranya lebih lantang lagi dari kali ini. Walaupun kini giginya mulai habis termakan waktu, namun kepandaiannya melafalkan azan maupun bacaan Al Quran, masih patut diancungkan jempol. Yah, tidak semua hal selalu seperti apa yang terlihat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar