Senin, 30 Desember 2013

Luka




Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu. 

Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.

Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada. 

*Tere Liye

Dua bulan sudah berlalu sejak hari itu, The Truth Reveal Day. Namun luka di sini (megang bagian tubuh yang kata orang adalah 'hati') masih belum sembuh. Luka ini kadang kembali basah, kembali berdarah. Dan ku yakin, luka ini akan berbekas boleh jadi seumur hidup. Melebihi bekas keloid di siku kanan ku. Lebih tebal, lebih gelap, dan lebih menyeramkan. *inhale..exhale* *perban mana perban*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar