Senin, 30 Desember 2013

Luka




Bahkan bekas luka fisik pun kita tidak tahu. Seseorang yang berdiri di hadapan kita, boleh jadi di punggung, dada, lengan, paha, penuh dengan bekas luka fisik, tapi tertutup oleh pakaian, dan kita tidak pernah tahu. 

Apalagi bekas luka hati. Kita lebih tidak tahu lagi. Seseorang di hadapan kita, selalu tersenyum, terlihat bahagia, boleh jadi penuh bekas luka di hati. Bekas-bekas luka yang memberikan pemahaman baik, dan kini membuatnya bahagia.

Ketika kita tidak bisa melihatnya, maka bukan berarti bekas luka itu tidak ada. 

*Tere Liye

Dua bulan sudah berlalu sejak hari itu, The Truth Reveal Day. Namun luka di sini (megang bagian tubuh yang kata orang adalah 'hati') masih belum sembuh. Luka ini kadang kembali basah, kembali berdarah. Dan ku yakin, luka ini akan berbekas boleh jadi seumur hidup. Melebihi bekas keloid di siku kanan ku. Lebih tebal, lebih gelap, dan lebih menyeramkan. *inhale..exhale* *perban mana perban*

Selasa, 17 Desember 2013

Chicken lucuu

Aduh, menikmati matahari pagi atau sore di halaman belakang rumah itu emank unyu deh. Bener. Kayak yang aku lakuin maren-maren dan mungkin maren, ehm, aku lupa hari dan tanggalnya. *ok skip it*

The point was..i saw 7 to 9 little cute chickens..auwww. Bener, yang namanya anak ayam itu lucu. Mereka jalan bareng beriringan sama induknya nyari-nyari makan. Cuap-cuapnya unyu banget. Ihh kecil-kecil sekepalan tangan..gemesin.

Bersyukur banget masih bisa lihat anak ayam. Yaa gimana nggak, kalau yang namanya ayam itu sezaman sama Dinosaurs, kita cuma bisa liat doi di museum ajah kan? Sambil ngereka-reka sendiri, ini chicken warna bulunya apa ya, gimana ya suara mereka, gimana ya mereka berjalannya? Nah kan, bingung sendiri jadinya.

Dan besyukur juga, yang namanya ayam dan anak ayam itu bukan hewan garang bin ganas sekelas..katakanlah singa. Jadi untuk lihat mereka di alamnya, gak perlu jauh-jauh ke Afrika. Atau ngeluarin duit buat ke Taman Safari. Cukup di belakang rumah ajah. Gratis. Free. Hadiah kecil dari Tuhan ini. Wow, Allah Maha Kaya, dan Allah Maha Besar, mengurusi makhlukNya. Tak ada yang luput dari Allah. :)

Life is Unyu, sometimes. (ʃƪˆ⌣ˆ)

Salah liat tanggal deadline

Main ke situs Lomba Apa Saja. Alhasil tekumpul beberapa list lomba yang pengen diikuti. Setelah ku masukkan ke schedule -kalender masehi yang ku buat sendiri-, ku pastikan jika aku akan ikut nii kontes.

Ku tulis deadline-nya pake spidol merah. Kurang terang apalagi kan? Haha. Dan se-Jumat kemaren aku kacau sendiri karena menyangka hari Sabtu maren adalah deadline yang ku tulis di schedule itu. Lalu ketika hari Sabtu, mulai sedih-sedih pasrah. Karena berniat mau ikut namun belum ada ide untuk milih kata untuk memulainya. Oh iya, ini kontes menulis kakak.

Hingga Sabtu siang pun berlalu. Sabtu malam datang. Aku makin err yaa sudah lah. Mungkin nanti ikut lomba lain aja. Sambil mata menatap ke schedule yang nempel di dinding..owow..my God. Please look closely Kiki. That was sunday. The deadline was sunday. Ohh dafuq. Lama banget aku musti blingsatan..darii Jumat maren men. Aarghh..

Yayaya..hidup selalu punya twist men. So, I'm just gonna say, yah, it twisted. I got -umm- a little twist. (¬˛ ¬”)